![]() |
| Andi Undru Mario |
Wednesday, 14 June 2017
Inspiratif : AUM Putra Wajo, Pencetus Karyaku Untuk Bangsa
Tuesday, 13 June 2017
Milad Ke-51, UIM Gelar Berbagai Lomba
Sunday, 4 June 2017
Inspiratif, Ini Kisah Azhari Penulis Lagu Untuk Adik Ahmad
Terketuk hati bagi siapa saja yang melihat penyakit yang di derita Adik Ahmad Romansyah (10 Bulan), penyakit yang tak lazim bagi anak seumurannya membuat para dermawan untuk turut membantu biaya operasi serta perjalanan hidup Adik Ahmad.
Setelah kunjungan beberapa eleman pemerintah, seperti Kapolda Sulsel, Politisi Nasdem, Camat Biringkanaya, para Ormas hingga ASN dan masyarakat biasa yang peduli akan derita Adik Ahmad, penggalangan dana yang dinisiasi teman-teman KER dan Jaringan Kemanusiaan menuai banyak apresiasi dari kalangan akademisi dan Organisasi Mahasiswa.
Salah satunya apresiasi yang diberikan Arqam Azikin sebagai Akademisi sekaligus pengamat kebangsaan yang tau dan paham akan kerja-kerja organisasi mahasiswa yang peduli terhadap keutuhan NKRI dalam menjaga dan menegakkan "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".
Tapi, kali ini saya tidak menceritakan semua yang datang satu persatu memberikan santunan, namun yang akan saya ceritakan adalah seorang laki-laki dengan umur sekitar 30 tahun asal Jeneponto, membuat sebuah lagu yang mengetuk pintu hati saya dan bahkan tak kuasa menahan air mata keluar. Itu saya yakini sebagai pertanda bahwa Adik Ahmad mengidap penyakit yang tak biasa, dan percaya dirinya akan sembuh secepatnya. Amin
Kembali ke laki-laki yang membuat lagu tadi, namanya Muhammad Azhari Halim seorang jurnalis inikata.com yang menginpirasi saya dan mungkin juga sebagian orang yang telah mendengar karyanya via youtube.
Eks musisi Altahf Band ini mengaku membuat lagu untuk Adik Ahmad dirinya merasa perhatian atas kisah hidup Adik Ahmad, sebab setiap yang ada pada kita adalah titipan dari Tuhan, jadi tuhan memberikan penyakit kepada Adik Ahmad bukan tanpa alasan.
Dia juga berharap "agar segala sesuatu, utamanya kita serahkan kepada Allah SWT, agar diberi kekuatan dan kesembuhan buat adik kita ini (Adik Ahmad) dan tetap tersenyum agar bisa seperti anak anak yang lainnya" Harapnya saat di konfirmasi tentang harapannya setelah membuat lagu.
Azhari ini memang berbakat pada bidang seni, terutama di vocal dan gitaris, hal itu digelutinya dari dulu hingga beralih menjadi seorang jurnalis seperti profesinya sekarang.
Beberapa, lagu yang pernah di buat adalah lagu dengan judul "Pesta Perkawinan" yang telah di tonton di you tube sebanyak 2,7 K viewer. Pasalnya, lagu ini dibuat juga karena terinspirasi dari kisah mirna asal bulukumba yang ditinggal menikah (berita yang viral di media sosial) beberpa bulan yang lalu.
Dan, untuk mengetuk pintu-pintu hati yang lainnya, bagi para dermawan, pemerintah da pelaku kemnusiaan lainnya, saya berharap sebagai penulis,
"Kalau anda merasa punya naluri yang kuat tetang kemanusiaan, tentang sesama, saya harap anda bisa membantu meringankan beban Adik Ahmad dan anak-anak yang bernasib kurang beruntung sepertinya, semampu dan sesuai kapabilitas anda. Tapi itu boleh dilakukan kecuali jika anda masih tau caranya bersyukur kepada Tuhan"
Berikut lirik lagu yang ditulis Azhari buat Adik Ahmad penderita penyakit Hidrosefalus :
Cipt. Muhammad Azhari Halim :
Kumeratapi kisah perjalanan Hidupnya
Bocah Kecil yang tak berdosa
jalani hidup ini dengan penuh tantangan
yang selalu ikhlas, sabar hadapi cobaan
Sungguh tegar melawan penyakit dia derita
hanya terbaring lemas tak berdaya
menanti uluran tangan para dermawan yang ikhlas memberikan padanya.
Hanya padamu Tuhan tempat tuk berserah berikan kekuatan, ketabahan dirinya.
Hanya Padamu Tuhan tempat tuk memohon berikan kesembuhan untuk dirinya yang kau cinta.
(***)
Thursday, 1 June 2017
1th Anniversary KOMA Youth Collaboration di Warnai Buka Puasa Bersama Sekaligus Sharing Session
Makassar - 1 Juni 2017 hari lahirnya Pancasila sekaligus hari berdirinya KOMA Youth Collaboration, sebuah organisasi kepemudaan yang mewadahi anak muda berprestasi dan potensial. 1 tahun berdirinya, anniversary di rayakan dengan buka puasa bersama sekaligus sharing session terkait pengalaman anggota dalam berkecimpung di dunia organisasi dan prestasi apa saja yang telah di raih.
Buka puasa bersama di gelar di Ayam Penyet Ria, jalan pengayoman Makassar, Kamis (01/06/17) yang dihadiri seluruh elemen KOMAYC Founder, Advicer, Mentor dan Mentee.
Setelah berbuka dan melaksanakan kewajiban masing-masing, agenda selanjutnya adalah sharing session. Sharing session kali ini dibuka langsung oleh Founder KOMAYC, Nurhidayatullah yang turut hadir pada perayaan 1 tahun berdirinya KOMAYC.
Menurut Nurhidayatullah "KOMAYC sekarang adalah sebuah usaha besar yang maksimal sejak setahun yang lalu, terbentuk atas dasar keresahan kami bertiga sebagai pendiri, yaitu saya, Muhammad Romario Basirung dan Adinuansah" Sebutnya kepada seluruh elemen yang hadir.
"Kami yakin, keputusan yang kami ambil hari itu adalah sebuah keputusan tentang niatan yang baik untuk membuka cakrawala berpikir yang baru" Jelas Yaya Nouht sapaan akrab Nurhidayatullah.
Di kesempatan yang sama, Muhammad Romario Basirung berpesan bahwa teman-teman di KOMA harus lebih giat lagi, sebab jika melihat kebelakang masalah yang kami hadapi saat mendirikan KOMAYC itu besar, tapi tanggung jawab teman-teman lebih besar untuk menciptakan regenerasi selanjutnya.
"Kami dulu mungkin menghadapi amanah yang cukup besar, tapi sekarang diusia satu tahun teman-teman akan mengembang amanah yang lebih besar lagi" Tutur Romario
Lanjutnya, ia juga menantang para mentor dan mentee untuk mengadakan skala internasional.
"Jika dulu kami adakan Capacity Building untuk Batch 1, di Batch 2 kami adakan KOMA Supermentor dan konferensi Nasional, maka di Batch 3 nanti harus ada konferensi internasional" Tantang Rimario kepada Mentor dan Mentee.
Terakhir, Adinuansah berpesan bahwa sinergi dan kekompakan di KOMAYC harus tetap terjaga.
"Saya harap fleksibelnya kita di KOMA bukan menjadi sebuah alasan untuk tidak aktif berproses dan semaunya saja, tapi jadikan itu motivasi untuk berkembang lebih baik lagi, itu artinya kreatifitas berkarya teman-teman tidak dibatasi" Ucap Adi sembari mengingatkan kepada seluruh elemen yang hadir.
Turut hadir pula Mentor Batch 1 sekaligus Advicer KOMA Youth Collaboration, Nurul Kusuma Wardani Tahir dan Algha Sanjaya.
Keduanya bercerita tentang bagamana keterlibatan dan kisahnya ketika sedia berbagi ilmu kepada teman-teman di Batch 1.
Adik Ahmad Butuh Uluran Tangan Pak Jokowi
Tepat di hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2017 hari ini, saya merenung panjang setelah melihat informasi berikut, dan berita yang beredar di media massa.
Merenungkan tentang apa yang bisa saya perbuat dan bagaimana harusnya saya bertindak atas kondisi ini.
Sambil membaca beritanya, naluriku berandai-andai, andai saja pemerintah, pak Jokowi tau dan cepat tersampaikan kepadanya oleh informasi semacam ini. Saya yakin dan percaya, fasilitas terbaik akan diberikan oleh adik ahmad ini.
Saya masih percaya, pemerintah memiliki kemurahan hati yang luar biasa. Memang benar, banyak yang mengkritik dan mencaci maki bagaimana kebijakan yang dibuat pemerintah.
Tapi kali ini, saya mengajak semua saudaraku untuk merendahkan hati dan pikirannya untuk kesembuhan adik Ahmad.
Mereka butuh bantuan pemerintah, butuh perhatian Pak Jokowi, mereka butuh uluran tangak kita. Semoga yang terbaik untuknya. Amin
••••••••••
Berikut Informasi Yang Tersebar dimedia sosial :
Hati Mana Yang Tidak Mau Mengulurkan Tangan Untuk Anak Ini
Adik Ahmad Romansyah penderita hidropaculus asal Kab. Luwu ini membutuhkan uluran tangan para dermawan.
Kita tentu tak munkin lagi mendustai hati nurani terhadap nasib malang yang menimpa bayi dari keluarga kurang mampu Yusri dan Lisna Asal Desa Padang Lambe, Kec. Suli, Kab. Luwu.
Secara medis, diketahui adik Ahmad Romansyah menderita penyakit Hidropaculus, yaitu penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, sehingga terjadi pembesaran dibagian kepalah.
Dikabarkan sejak tiga bulan Adik Ahmad bersama orang tuanya menetap dikos mica Jl. Salodong dan sekarang tengah menunggu jadwal operasi kedua Ahmad, yang akan berlangsung dirumah sakit Wahidin Sudirohusodo. Hal ini diketahui langsung dari Irfan Samsir seorang Aktivis Kemanusiaan saat menemui adik Ahmad bersama orang tuanya disebuah kos Mica di Jl. Solodong, Kamis Siang (01/05/2017).
"Sudah tiga bulan saya dan istri saya berada dimakassar, dan saat ini kami tengah menunggu jadwal operasi anak saya," Tutur Yusri (Ayah Ahmad).
Selain itu Yusri ia juga mengatakan dirinya hanya bekerja sebagai buruh bangunan berpenghasilan tidak tetap, namun sekarang ia harus menanggung beban ekonomi begitu besar, seperti biaya rumah sakit, biaya sehari-hari dan biaya pembeli susu untuk anaknya, "Setiap hari saya bekerja sebagai buruh bangunan, tapi sekarang sudah tidak lagi, karenanya saya bingung mau dimana lagi mendapat uang untuk biaya rumah sakit, biaya sehari-hari kami dan pembeli susu anak kami," Keluhnya.
Hal inilah yang menjadi alasan betapa keluarga kurang mampu ini sangat membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Olehnya Irfan Samsir selaku Volunteers Jaringan kemanusiaan dan KER akan menggalang dana guna membantu meringankan beban keluarga adik Ahmad Romansyah, "Kami akan melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban keluarga adik Ahmad Romansyah."
Sekedar diketahui bagi parah dermawan yang ingin berdonasi via rekening untuk adik Ahmad Romansyah, silahkan kirim ke nomor rekening yang tercantum dibawa ini :
No. Rek : 166401001672504 ( BRI )
Atas Nama : Sri Mutmainnah Roni
Cp : 085316268602 ( Irfan Samsir : PJ )
Cp : 082347143229 ( Sri Mutmainnah Roni : Bendahara )
Cp : 085333335840 ( Muh. Ramli: Volunteers JK )


