Games

Showing posts with label Tulisan Teman. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Teman. Show all posts

Sunday, 13 November 2016

Hujan, Kopi, Rindu dan Kamu

Aku menghabiskan hari liburku dengan bermalas-malasan di kamar, menyelimuti diri dengan selimut tebal yang sering menemaniku.

Aku hanya akan terus berada disini, di tempat persembunyian paling aman selama hujan mengguyur bumi. Namun 15 menit kemudian aku merasa bosan berada disini, aku memutuskan keluar untuk mencari secangkir kopi panas untuk menghangatkanku.

Yang perlu kamu tahu selain hujan, kamu juga membuatku merasa dingin. Hujan tidak hanya membawa air dan meninggalkan genangan, tetapi hujan juga membawa kamu dalam bentuk sebuah kenangan.

Yah.. bisa kukatakan bahwa aku merindukanmu.. Secangkir kopi hitam yang berada di depanku selalu menemaniku dalam mengenangmu.. aromanya yang begitu kuat membuatku ingin terus menghirupnya semakin dalam.

Disini aku bisa mengenangmu lebih dalam, bisa melihatmu bahagia dengan gadis lain yang membuat kita terpisah dan mengakhiri hubungan ini. Aku tidak menyalahkannya atas perpisahan kita, aku hanya bersyukur bahwa dia bisa membuatmu lebih bahagia daripada aku.

Kopi ini masih sama dengan yang kemarin, masih pekat dan pahit, aku tak pernah memberikannya gula karena aku suka kopi hitam yang pahit sama seperti kita. Menambahkan gula dalam kopi bukanlah keahlianku, sama halnya dalam membuat kamu bahagia, sama sekali aku tidak ahli.

Bayang-bayangmu sama sekali tak mau pergi dari hadapanku, ini masih sangat menyakitkan walau kita sudah lama berpisah, membayangkanmu lebih bahagia dengannya membuatku tersiksa. Tapi itu tak masalah karena itu semua adalah urusanmu setelah kita berpisah. Aku hanya sedang berusaha menikmati semua ini, mengenangmu dan merindukanmu dalam secangkir kopi hitam.

Aku memutuskan untuk pulang dan memilih untuk meninggalkanmu bersama ampas kopi yang masih tersisa di dalam cangkir itu, karena aku tahu ampas itu hanya sebagian kecil dari kopi hitam yang tak pantas untuk aku minum, begitupun juga dengan kamu, kamu hanya sebagian kecil dari hidupku yang tak perlu lagi ku bawa pulang melainkan untuk kusimpan di dalam kenangan indah dalam hidupku.

Hujan, kopi, rindu dan kamu. Sebuah paket komplit yang bisa aku nikmati dalam satu waktu.

Anonim
(Gadis Manis)

Saturday, 12 November 2016

RELAWAN ADALAH THE REAL PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Berbagi adalah hal yang paling menyenangkan. Apakah berbagi ilmu,  pengalaman, kesuksesan, perjuangan, pun berbagi dalam hal keuangan bagi mereka yang tidak mampu.

Menjadi relawan adalah salah satu impian saya sejak kecil, berawal dari membaca Novel Laskar Pelangi yang menceritakan tentang betapa sulitnya guru disana dan hanya ada beberapa guru yang mengajar dengan tulus tanpa diberi upah.

Sejak SMA, saya sudah menekuni bahasa asing, misalnya Korea. Dan mulai mengajar secara online di Facebook. Saat itu peminatnya banyak, murid saya juga membludak hingga puluhan dari berbagai penjuru Indonesia. Banyak yang nanya, “kalau ngajar siapa yang gaji?” biasanya saya tersenyum dan bilang bahwa saya begitu tertarik dengan dunia mengajar sehingga saya tidak memungut biaya apapun dan tidak digaji siapapun untuk mengajar. Dengan pelajaran gratis dan peminat yang terus meningkat semakin membuat saya semangat untuk mengajar secara ikhlas dan sukarela.

Hasilnya tidak bisa djelaskan dengan kata-kata. Seperti beban berat berkarung-karung, lepas dan lenyap begitu saja setelah saya mengajar mereka. Kata orang, perasaan itu timbul karena keikhlasan pada apa yang saya lakukan. Semenjak saat itu saya begitu semangat mencari wadah untuk saya beraktivitas sebagai relawan muda.

Di semester 7 ini, saya mulai terjun ke organisasi sosial. Kebetulan organisasi yang saya terjuni adalah organisasi dibawa binaan UNICEF. Fokusnya pada Ibu dan anak. Saya menyukai beraktivitas dengan anak-anak. Alasannya simpel. Anak-anak jika dihadapkan dengan hal baru dan orang baru mereka begitu antusias dan excited. Itulah mengapa ketika pertama kali saya menjadi relawan di sekolah yang ditempatkan untuk saya, saya tidak menemukan kendala apapun.

Jaman sekarang, banyak yang bilang Guru sudah banyak yang meninggalkan kesan pendidik tanpa tanda jasa, oleh istilah barunya mereka sekarang disebut pendidik pengejar sertifikasi. Itu tidak salah. Tapi bukan berarti semua guru juga begitu. Namun kenyataannya memang begitu yah hihi ^^. Jadi semenjak saat itu, saya merasa bahwa mereka yang perlu dinobatkan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa adalah relawan. Apakah relawan pengajar, medis dan sebagainya.

Mengingat menjadi seorang relawan, kita wajib punya waktu untuk berbagi, mengeluarkan tenaga ekstra, membagi ilmu yang kita punya, menolong orang, tanpa diberi upah oleh siapapun. Tapi dengan hal itu, mereka justru terus menjadi relawan tak peduli ada upahkah, tidakkah.
Terkadang kedua orangtua saya memarahi saya dengan mengatakan bahwa berhentilah membuang waktu dengan hal-hal yang tidak produktif. Padahal , menjadi relawan kita tidak dihadiahi uang, namun kita dihadiahi sesuatu yang bahkan lebih berharga dari sekedar uang. Namanya kepuasaan hati. Mungkin bagi sebagian orang, menjadi relawan yah biasa-biasa saja, tapi bagi saya, menjadi relawan itu punya daya tarik sendiri. Apalagi jika kita baru saja berbagi ilmu kepada anak-anak dipedalaman yang bahkan tidak tersentuh oleh perhatian pemerintah. Rasanya benar-benar berbeda. Apalagi jika dikita dihadapkan dengan antusiasme anak-anak desa yang siap belajar.

Wow, there is something different in your heart!
Anak-anak, senyum mereka, tawa dan canda mereka begitu menyemangati diri saya secara pribadi dan membawa aura positif berupa semangat begitu saya memulai aktivitas relawan saya. Dan pengalaman menjadi relawan ini tentu sangat menyenangkan dan takkan terlupa.

Sekarang bahkan saya kembali terjun di lebih dari 3 kegiatan sosial yang berfokus ke pedalaman membantu anak-anak lepas dari butanya pendidikan.

Banyak dari pemuda Indonesia mengeluhkan ini itu tentang sistem pendidikan yang tidak merata. Daripada mengeluh, mengapa tidak terjun langsung saja? Terkadang kita terlalu membebankan segalanya kepada Pemerintah. Padahal sebagai warga negara spesialnya para pemuda sebagai agen perubahan, mencerdaskan anak bangsa adalah tugas kita bersama. Jadi kalau-kalau anda melihat daerah anda minim akan perhatian pemerintah, mengapa anda tidak langsung terjun dan merubah apa yang ada? Berhentulah meminta dan marah terhadap apa yang bisa negera berikan kepadamu. Tapi coba gali ingatanmu, apa yang bisa kamu berikan untuk negaramu?

Menjadi relawan pendidikan untuk anak adalah salah satu kontribusi kecil saya untuk Indonesia. Lalu, bagaimana denganmu? ^^

Setiap pribadi memiliki caranya masing-masing. Dan untuk itu, yuk buat rencanamu jadi nyata dan ayo bantu negara membantu pendidikan menjadi merata.


Salam Hangat
AGWIYUMI LEE
Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia Timur

Friday, 11 November 2016

Aku Tahu Jawabnya

Aku Tahu Jawabnya
Oleh : Dadang Mas Bakar

Dengan setia aku menanti jawaban
Dengan setia aku menjalani hari
Dengan setia aku menghitung menit, jam, hari agar aku dapat menemukan jawaban dari pertanyaan besarku.

Pertanyaan akan kepercayaan
Pertanyaan akan janji suci kita
Pertanyaan akan kegelisahan pada tiap malamku akankah berujung bahagia?

Aku tak perlu lagi menanti jawaban
Tak perlu lagi menjalani hari dengan memperhatikan setiap menit, jam, hari yang telah terlewatkan. karena aku tahu akan kerinduanmu pada seseorang, seseorang yang selalu jadi tambatan hatimu, seseorang yang jauh disana, seseorang tapi bukan aku, seseorang yang sering engkau sebutkan kala kita bersama dulu.

Aku telah paham akan tulisan kecilmu, akan harap yang kau hasilkan dari pena kecilmu, ada harapan yang besar pada dirinya dan bukan aku.

Aku telah kembali menjadi debu kembali seperti dulu selalu sendiri dan akan selalu terbang mengikuti angin berhembus.

Saturday, 29 October 2016

Perasaan? Aku Padamu

Bercerita tentang perasaan, bercerita tentang sesuatu yang kadangkala menyakitkan dan kadangkala juga sebagai penawar kesakitan. Ia seperti sesuatu yang yang berbentuk namun sulit untuk di jelaskan bentuknya, sulit untuk diukur dan tidak akan mungkin untuk dilihat.

Ia membuatku bingung, perasaan itu kadangkala timbul untuk hanya sekedar menyapa, lalu ia redup dan aku tak mampu menganalogikannya lagi. Ia begitu sederhana menurutku, sesuatu yang cukup di ucapkan, dan - selesai. Tapi rupanya ia tak sesederhana itu, ia menyimpan banyak rahasia, rahasia tentang rasa.

Perasaan? Ia aku makin bingung jika harus memaknainya dan menjelaskan itu padamu, sebab aku tak mampu mendefenisikannya sesuai, seperti persis yang kamu mau.

Perasaan? Iya benar.. Ia ada. Tapi kuanggap ia sebagai pelengkap hidup dan anugerah yang diberikan tuhan. Ia begitu sempurna menurutku, membuatku tak dapat berbuat apa-apa selain menuruti apa yang ia inginkan.

Tetapi,
Sesekali "perasaan" ini menjadikan semuanya indah, lebih indah dari kisah hidup manapun. Sebab ia menawarkan tentang kebahagian yang panjang, kebahagiaan yang hakiki dan tentang masa depan.

Perasaan, ia adalah aktor dalam kisah hidupku ini. Ia adalah pemeran utama, ia adalah titik kesuksesan untuk menentukan kemana "rasa" ini akan berlabuh. Ia adalah segalanya, seringkali kuberitahukan pada siapapum yang dekat denganku. Bahwa "perasaan"ku tidak lebih jauh, tidak lebih baik, dan tidak lebih buruk dari apa yang kamu rasakan.

Sebab ia "perasaan" ini tercipta dari apa yang kupikir dan selalu kupikirkan. Hingga ia membentuk bagian-bagian pikiran menjadi bagian yang lebih besar bahkan sulit terkontrol. Dan inilah yang ku sebut "Rasa Kepadamu".

Rasa Kepadamu? Wkwkw

Aku Padamu "Kata Ungu".

Random News

Powered by Blogger.

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Sub menu section

Find Us On Facebook

Video Of Day

Text Widget

Contact Us

Name

Email *

Message *

Followers

Follow Me

Follow Us

Flickr Images

Page

 

© 2013 Yaya Nouht. All rights resevered. Designed by Templateism | Blogger Templates

Back To Top